Jumat, 20 Mei 2011

Jenis Berita Jurnalistik

  1. Straight news adalah laporan langsung mengenai suatu peristiwa. Misalnya, sebuah pidato biasanya merupakan berita-berita langsung yang hanya menyajikan apa yang terjadi dalam waktu singkat. Berita memiliki nilai penyajian objektif tentang fakta-fakta yang dapat dibuktikan, biasanya berita jenis ini ditulis dengan unsur-unsur yang dimulai dari what, who, when, where, why, dan how (5W1H).

 

  1. Depth news report merupakan laporan yang sedikit berbeda dengan straight news report. Reporter (wartawan) menghimpun informasi dengan fakta -fakta mengenai peristiwa itu sendiri sebagai informasi tambahan untuk peristiwa tersebut, dalam sebuah deph report tentang pidato pemilihan calon presiden, reporter akan memasukkan pidato itu sendiri dan dibandingkan dengan pernyataan-pernyataan yang telah dikeluarkan oleh calon presiden tersebut beberapa waktu lalu. Jenis laporan ini memerlukan pengalihan informasi, bukan opini reporter. Fakta-fakta yang nyata masih tetap besar.

 

 

  1. Comprehensive news merupakan laporan tentng fakta yang bersifat menyeluruh ditinjau dari beberapa aspek. Berita menyelururh sesungguhnya merupakan jawaban terhadap kritik sekaligus kelemahan yang terdapat dalam berita langsung (straight news). Sebagai gambaran, berita langsung bersifat sepotong-sepotong, tidak utuh, hanya merupakan serpihan fakta setiap hari. Berita langsung seperti tidak peduli tentang hubungan atau keterkaitan antara berita yang satu dengan berita yang lain. Analogi dengan dunia tinju, berita langsung bersifat hit and run (pukul dan lari). Berita menyeluruh mencoba menggabungkan berbagai serpihan fakta itu dalam dalam satu bangunan cerita peristiwa sehingga benang merahmya terlihat jelas.

 

  1. Interpretative report lebih dari sekedar straight news dan depth news. Bertita Interpretatif biasanya memfokuskan sebuah isu, masalah, atau peristiwa-peristiwa kontroversial. Namun demikian, fokus beritanya masih berbicara mengenai fakta yang terbukti bukan opini. Dalam jenis laporan ini, reporter menganalisis dan menjelaskan. Karena laporan interpretatif bergantung kepada pertimbangan nilai dan fakta, maka sebagian pembaca menyebutnya sebagai ”opini”. Biasanya, para reporter interpretatif menemui sedikit masalah dalam pencarian fakta. Mereka umumnya mencoba menerangkan berbagai peristiwa publik. Sumber informasi dapat diperoleh dari narasumber yang mungkin hanya memberikan informasi yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan mereka. Laporan interpretatif biasanya dipusatkan untuk menjawab pertanyaan mengapa. Misalnya, mengapa walikota mengeluarkan pernyataan tersebut, menunjuk itu, mengadakan perjalanan itu? Pendeknya, berita interpretatif bersifat bertanya, apa makna sebenarnya dari peristiwa tersebut.

 

 

  1. Feature story berbeda dengan straight news, depth news, atau interpretative news, dalam laporan-laporan berita tersebut, reporter menyajikan informasi yang penting untuk para pembaca. Sedangkan dalam feature, penulis mencari fakta untuk mencari perhatian pembacanya. Penulis feature menyajikan suatu pengalaman pembaca (reading experiences) yang lebih bergantung pada gaya (style) penulisan dan humor daripada pentingnya informasi yang disajikan.

 

  1. Depth reporting adalah pelaporan jurnalistik yang bersifat mendalam, tajam, lengkap, dan utuh tentang suatu peristiwa fenomenal dan aktual. Dengan membaca karya pelapoaran mendalam, orang akan mengetahui dan memahami, dengan baik duduk perkara dalam suatu persoalan dilihat dari berbagai perspektif atau sudut pandang. Pelaporan mendalam, dalam tradisi pers kita sering disajikan dalam rubrik khusus seperti laporan utama, bahasan utama, fokus. Pelaporan mendalam disajikan dalam beberapa judul untuk menghindari kejenuhan pembaca, pelaporan mendalam ditulis oleh tim, disiapakan dengan matang, memerlukan waktu beberrapa hari atau minggu, dan membutuhkan biaya peliputan cukup besar.

 

 

  1. Investigative reporting berisikan hal-hal yang tidak jauh berbeda dengan laporan interpretatif, berita jenis ini biasanya memusatkan pada sejumlah masalah dan kontroversi. Namun demikian, dalam laporan investigatif, para wartawan melakuakn penyelidikan utnuk memeperoleh fakta yang tersembunyi demi tujuan. Pelaksanaanya sering ilegal atau tidak etis.

 

  1. Editorial writing adalah pikiran sebuah institusi yang diuji di depan sidang pendapat umum. Editorial adalah penyajian fakta dan opini menafsifkan berita-berita yang penting dan memengaruhi pendapat umum. Para penulis editorial bukan bekerja untuk dirinya sendiri, melainkan untuk sebuah surat kabar, majalah, atau stasiun radio. Kadang-kadang, mereka merasakan dirinya sebagai petugas informasi masyarakat (public information officer) pada masa perang yang sering merasa tidak yakin sejauh mana mereka harus memberikan informasi kepada para reporter tentang peristiwa-peristiwa militer. Seperti halnya petugas informasi, penulis editorial mingkun akan diberi instruksi sebelum menulis.

 

 

Daftar Pustaka:

Sumadiria, Haris. 2008. Jurnalistik Indonesia: Menulis Berita dan Feature. Cetakan Ketiga. Bandung: Simbuisa Rekatama Media.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar